Latest entries

Monday, 9 June 2014





Saya sadar betul bahwa topik ini harus ditulis. Pertama, berita ini datang dari Brunei, yang mana berita tentang desain dan branding sering kali tidak terdengar. Namun, setelah melihat hasil dari project yang diberitakan, akhirnya saya approved bahwa Bruneian juga memiliki selera desain yang baik. I salute you sir! Yang kedua, melalui contoh berikut, kita bisa melihat sebuah konsep yang inspiratif dan eksekusi desain yang sophisticated


Royal Brunei Airlines (RBA) adalah maskapai penerbangan nasional yang sedang berupaya untuk kembali bersaing dengan maskapai penerbangan yang lain. Dengan datangnya armada-armada baru, RBA menilai inilah saat yang tepat untuk menyegarkan kembali brandnya.

Rebranding Brunei Royal Airlines digawangi oleh interbrand. Sebuah agensi branding yang sudah malang melintang di dunia perbrandingan selama 40 tahun. Interbrand ditantang untuk membangun brand maskapai penerbangan berkelas boutique dan menghindari imej maskapai penerbangan premium, memperkenalkan Brunei kepada banyak orang yang akan menjadi key marketnya, menciptakan ekspresi yang relevan dengan etos Islam namun juga tetap enggage dengan budaya barat dan Tionghoa.

Selain itu Interbrand juga harus menjawab masalah bagaimana bisa sebuah brand maskapai penerbangan nasional akan stand out di dunia penerbangan nasional bila people masih belum tahu dimanakah Brunei itu.

Jangankan Brunei, orang di luar sana maybe masih banyak yang tidak tahu kalau Bali itu di Indonesia. Well Brunei, we face the same problem, brother. Anyway, I really salute you sir for the rebranding and good luck for the further flight. {bhy}

Monday, 10 June 2013


Rebranding itu kadang bagai makan buah simalakama. Buah dari negeri khayal tersebut memaksa kita untuk memakannya doyan tidak doyan dengan dua pilihan yang sama-sama getir. Tidak ditelan ayah poligami, tapi kalau ditelan ibu menikah lagi dengan juragan bensin campur. Bukan pilihan mudah memang. Kalau tidak di rebranding sebuah brand seperti tidak ada pembaharuan meanwhile waktu terus berjalan. Namun bila rebranding, resiko sebuah brand mendapat penolakan juga tidak kecil.


Beberapa hari lalu disaat angin bulan Mei sedang hangat-hangatnya, Everton meremajakan logonya. Menurut juru bicara Everton, logo Everton kini diremajakan demi tampil lebih modern, clean dan dinamis. Everton menyederhanakan logonya dengan menghilangkan motto club dan sepasang mahkota daun yang mengapit menara yang menjadi ikon utama logo Everton. Selain itu Everton juga mengganti visualisasi menara yang menjadi ikon kebanggaannya tersebut


Tetapi seperti biasa karena kadar imunitas manusia terhadap perubahan yang berbeda-beda, pastilah visualisasi baru ini juga mendapat tanggapan negatif. Tidak tanggung-tanggung 14.000 pendukung setia Everton menandatangani sebuah petisi online yang berisi agar Everton mengurungkan niatnya meremajakan logonya.  Banyak dari fans yang memandang logo yang baru ini terlalu plain, poorly designed bagai di desain oleh desainer jebolan sekolah jahit. Bagi mereka, Everton seperti melupakan sisi historis dari klab tersebut. Beberapa fans melihat icon menara Everton menjadi terlihat seperti stilasi dari rumah Bilbo Baggins, hobbit kesayangan kita semua.

Di lain pihak, menurut pihak Everton lagi, mereka sudah sering duduk bersama minum kopi cantik dengan pihak grup fans, hingga board of management untuk mengakomodir semua inisiatif. Diundangnya semua elemen klab agar semua pihak mengerti alasan apa logo Everton kudu di rebranding. Ide awal dari peremajaan logo ini adalah supaya logo yang baru lebih mudah dikenali, mudah direplikasi dan mudah dikomunikasikan.

Anjing menggonggong, tukang somay tetap jualan. Mau petisi tersebut diisi sampai server website petisi online itu meledak, toh pihak Everton tetap meluncurkan merchandisenya yang baru dengan logo yang baru tersebut. Pada ujung-ujungnya logo Everton kudu mengalah demi efisiensi produksi, dan penyederhanaan visualisasi. Pada akhirnya uang bicara, efisiensi dan tujuan-tujuan retail menentukan mengapa itu logo berubah menjadi demikian. Dan Mammon-pun mencetak goal manis di sana.{bhy}

Saturday, 8 June 2013


Congratulation terhadap Disney yang sempat dipandang super shallow terhadap para pencinta Merida. Come one Disney, we're talking about Disney princess who wielding arrow not talking about airhead blond chick who have difficulties how to make instagram capture. 

What happen to Merida? Setelah berhasil menolak pernikahan dengan gemilang pada film layar lebar "Brave", pada akhirnya Merida didaulat sebagai Disney princess yang kesekian. Bersanding bersama Disney princess lainnya yang pada akhirnya melengkapi line merchandise Disney Princess untuk konsumsi anak perempuan.

Tapi apa lacur, bersama Disney Princess yang lain Merida di make over. Nah ini baru masalahnya, the makeover tidak berjalan mulus. Merida tampil beda (in bad way if I could say). Seberapa beda, well sebenarnya tidak beda-beda banget sih, hanya saja merida menjadi lebih skinny, lebih boobsy dan plumpier lips. Masih setia dengan ginger frizzy hair tapi yang sekarang lebih rapih dan teratur. Mungkin akhirnya Disney menyadari bahwa Merida "begitu berharga", atau Merida kini mulai mencoba smoothing walau it won't help much.


Secara visual tetap Merida si gadis Scotland, namun bagi fans Merida yang mengerti betul konsep bahwa jadi princess itu tidak perlu cantik, blond dan airhead, ini benar-benar dosa besar. Terutama di US sendiri, makeover Merida ini mendapat banyak tanggapan miring.

Di zaman sesuatu yang mainstream dan stereotip seakan sudah layak masuk museum. Tokoh Merida adalah contoh princess yang anti mainstream yang terpaksa di-mainstreamkan demi menjawab tuntutan pasar berdasarkan pemahaman stereotip line Disney Princess. Mungkin makeover ini maksudnya biar tidak njomplang bila disandingkan dengan princess yang lain yang lebih princess. Namun this makeover malah membuat Merida menjadi krisis identitas. Merida menjadi bukan dirinya yang orang pertama kali lihat di layar lebar.

Furthermore, Disney dengan contoh kasus ini mulai unjuk gigi untuk menyaingi line sejenis untuk anak perempuan yang memang masih mandek pemahaman menstereotipkan perempuan ideal harus cantik dan kurus. {bhy}

Wednesday, 24 April 2013


Tidak ada yang abadi di dunia ini. Bagaikan kemalasan saya yang pun tidak abadi pada akhirnya saya kumpulkan semangat untuk kembali memberi napas hidup pada blog yang sudah berbulan-bulan mati suri. Kembali ke tidak ada yang abadi, ternyata lucky strike bulls eye juga termakan kejamnya trend. Entah lucky atau tidak, si Lucky Strike ini striked juga oleh proses peremajaan brand visual. Lucky Strike, sebuah brand milik British American Tobacco Group, mendapatkan brand identitas baru. Namun as per today, peremajaan branding tersebut belum mendapatkan official pres release dari British American Tobacco. Gawean ini digawangi oleh G2 Germany.


Entah anti mainstream, entah terpapar virus hipster yang mewabah para remaja ibukota, rebranding lucky strike bisa dibilang beda. Di saat yang lain berduyun-duyun menyederhanakan visual ke arah edgy,  Lucky Strike malah mundur ke gaya visual zaman vintage yang  mirip sangat dengan brand-brand yang memegang teguh gaya klasik masa lalu




Tapi ya namanya mirip kan tidak plek ketiplek sama, nuansa kekinian masih dipakai supaya itu logo tidak jadul ketinggalan zaman. Masih ada gradasi, bentuk font yang kekinian dan brand visual hirarki yang rapih yang sangat up to date dengan tata cara visual branding yang lebih manis dan sophisticated

Sebenarnya, gaya vintage ini terkenal semenjak revolusi Industri zaman Victoria, dimana barang-barang hasil Industrinya diberi label dengan bergrid lugas, huruf tebal, miskin warna dan berborder tebal. Apalagi barang-barang yang diproduksi masal. Gaya seperti ini menyebar dibawa para kolonis hingga ke Amerika. gaya industrial vintage seperti ini memang masih bertaring untuk menunjukkan kesan bahwa brand tersebut kuat dan tak lekang zaman. Anyway in my honest opinion, logo Lucky Strike yang baru sedikit berasa Jerman karena mengingatkan saya akan logo produk otomotif Jerman yang memiliki logo yang sama-sama tak lekang usia.    {bhy}

Related Articles
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Monday, 21 January 2013


Banyak alasan mengapa ini tulisan kudu di posting dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Salah satunya adalah jarang-jarang kan nivea rebranding. Selain itu gaya visual yang dipakai juga beda sangat dengan produk sejenis. Selain itu label kali ini seakan mengingatkan kembali pada kemasan Nivea terdahulunya. Belum itu saja, jujur si saya sedang ada kerjaan mendesain produk sejenis yang mana tulisan ini akan menginspirasi kita semua. Komplit bukan alasan mengapa ini berita kudu wajib tayang.

Nivea New Logo 2013

 Nivea skincare baru-baru ini meluncurkan kemasan dan identitas baru. Kerennya, identitas yang baru yang mana nempel di kemasan baru terinspirasi oleh kemasan timah biru nya yang lawas. Kemasan timah warna biru yang dimaksud adalah kemasan Nivea sejak 1925 yang pada akhirnya malih rupa menjadi kemasan plastik yang tetap setia dengan warna yang sama yaitu si biru dengan tulisan putih. Sepertinya brand designer Nivea kali ini layak di arak di atas reog ponorogo atas karyanya yang jeli melihat inside dari produk.

Nivea menjelaskan bahwa si warna biru yang melekat erat dengan identitas Nivea diasosiasikan oleh konsumennya se-antero jagat sebagai lambang dari kepercayaan, kedekatan dan keahlian.

Kemasan Nivea Terdahulu





Kemasan kali ini benar-benar main bersih, hanya ada sedikit sentuhan ilustrasi di bagian bawah kemasan. Tidak ada itu namanya ilustrasi apalagi foto ingredients unggulan, bunga-bunga apalagi embak-embak seperti produk skincare lokal kita. Hal ini semakin memperkuat kepada siapa si Nivea ini akan berbicara yang pada akhirnya ke target market mana si Nivea ini akan dituju.

Memang toh semua ujung-ujungnya duit, tapi paling tidak Nivea benar-benar main cantik bin bahenol. Tapi rebranding itu juga ada beberapa persennya bagaikan tebak-tebak buah manggis, bisa berhasil, bisa juga keok produk berkurang pembelinya. Kita lihat dan tunggu saja tanggal mainnya! {bhy}

Related Articles
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Friday, 18 January 2013



Ada yang hilang rasanya bilamana sudah dua tahun post tentang warna pantone tahunan namun tahun ini saya skip. Seperti meninggalkan tradisi yang sudah dibina sejak dua tahun lalu di saat visitor blog ini masih dihitung jari. Duh, kayak yang visit belakangan ini sudah jutaan khalayak ramai sahaja. Persetan semua itu alasan malas, sibuk, hujan batu atau banjir lahar sekalipun. Demi meneruskan tradisi yang sudah-sudah, saya persembahkan warna tahunan berikut.

Pantone seperti tahun tahun terdahulu pada awal tahun selalu menobatkan warna tertentu sebagai color of the year. Pada tahun 2013 ini menobatkan warna Emerald utnuk tampil sebagai the winner. 

Emerald yang berpadanan kata dalam Bahasa Indonesia adalah zamrud merupakan sebuah hue hijau yang memiliki sedikit kualitas warna biru yang terang. Bagi orang awam, akan sangat PR untuk membedakan yang mana emerald, turqouis, dan warna-warna sebangsa dan setanah airnya. Namun sebagai sumbangsih pantone pada para desainer muda berbakat, pantone telah menentukan kode bagi masing-masing warna tersebut.

Anyway, pada tahun lalu, Tangerine Tango si merah jingga menyala dipilih untuk memompa semangat untuk selalu lebih maju.  Dan tahun ini melanjutkan semangat si merah jingga, Emerald sebagai warna hijau menyala, memperkuat semangat tersebut disamping memberi inspirasi dan mempromosikan gagasan akan keseimbangan dan harmoni

Hijau sebagai warna yang paling banyak ada di alam, merupakan spektrum yang paling mudah menarik perhatian mata manusia. Warna yang melambangkan kejelasan, pembaharuan dan peremajaan ini dirasa pantone sangat cocok sebagai warna untuk 2013 yang semakin kompleks ini. Warna ini juga akan dengan mudah diadopsi oleh interior dan fashion. {bhy}

Related Articles
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
Pantone official page
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------












Sunday, 18 November 2012


Kecelakaan kereta api bisa terjadi di mana saja bahkan di Melbourne sekalipun dimana penduduknya lebih melek aturan kecelakaan kereta api kadang tidak bisa dihindari. Dalam upaya untuk mengurangi jumlah kecelakaan yang serius dan fatal pada jaringan rel nya, Metro Melbourne meluncurkan kampanye keselamatan yang dibuat oleh McCann, Melbourne yang berjudul "Dumb Ways to Die"


Lagu catchy dan video musik yang dibintangi sekumpulan monster kacang warna-warni dirancang untuk secara jelas menangkap realitas kecelakaan kereta yang sebenarnya dapat dicegah dan tidak akan pernah terjadi jika orang yang terlibat tidak melakukan sesuatu yang bodoh. 

Ya, kesemua jellybean ini mati dengan cara yang konyol dan somehow quite fun melihat mereka die desperately. Pada akhir dari video, barulah muncul jellybean-jellybean yang tewas karena kelalaian yang berkaitan dengan kereta api, seperti berdiri melebihi batas aman pada peron, menyeberang peron kereta dan melanggar palang kereta di saat kereta api melintas.


After all, dengan semua kematian tersebut, kampanye ini dibuat sangat fun. Dipelopori oleh sebuah video musik dan lagu yang dapat didownload dari toko iTunes atau melalui DumbWaysToDie.com. kampanye ini akan muncul di pers, melalui promosi radio, pada Tumblr, dan media-media lainnya. Untuk media video, Sila nikmati video berikut..



Pada november ini Wendy's mengumumkan bahwa mereka siap untuk merejuvinate brandnya. Don't daydreaming si Wendy ini bakal malih rupa menjadi mulus, sexy dan bahenol. Nop, si redhead ini bakal tetap hadir dengan freckles dan kepang duanya yang awkward.


Mungkin nip tuck logo Wendy's ini tidak terlalu banyak, namun Tesser sebuah firma desain pemenang award yang berbasis di San Fransisco yang berada di balik peremajaan brand ini benar-benar canggih. Walau terlihat perubahan tidak signifikan, namun perubahan tersebut benar-benar tepat pada bagian-bagian yang memang harus diubah.


Perubahan yang dilakukan antara lain pemangkasan bagian pony yang kini tampil lebih natural, bentuk logotype dan layout logo secara keseluruhan. Voila, dengan tetap stick pada logo yang lama kini Wendy tampil lebih santai dan ramah. Logo lama yang kaku dan oldies mungkin lebih cocok untuk antrian makanan pensiunan di sebuah jalan antar negara bagian di Amerika sana. 



Transformasi brand tersebut baru akan dilakukan Maret 2013, well its not an easy job untuk mengganti seluruh logo yang bakal muncul di berbagai media dari menu, tissue, sampai media digital. Apalagi mengingat Wendy's memiliki restoran worldwide. Dari Nopember ini hingga Maret nanti dirasa cukup waktu yang diperlukan dalam mempersiapkan penggantian logo tersebut.

Related Articles
------------------------------------------------------------------------------------------------------------  
------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Thursday, 18 October 2012


Yang tidak sabar langit runtuh sepertinya bukan saya saja. Nop, its not about doomsday preppers, ini semua tentang Skyfall, film James Bond yang akan datang. Mata-mata keren yang hobi berpakaian a la buttler ini siap jedar-jedor November nanti.  Disamping Daniel Craig, film yang akan datang ini bakal bertabur bintang seperti Ralph Fiennes mantan Voldemort, Helen McRory ibunya Draco Malfoy, Ben Whishaw juragan parfum, hingga Naomie Harris jelmaan Ratu laut Karibia.

Anyway, Melalui petualangan mendebarkan di ranah google, ditemukan beberapa brand yang merasa cukup Bond-ish dan meng-endorse Skyfall sebagai bagian dari campaignnya. Coca Cola Zero adalah salah satunya. Brand minuman bersoda ini sudah meluncurkan  kemasan edisi khususnya yang bahkan as per today sudah muncul di rak-rak minuman di supermarket-supermarket.


Seems like Coca Cola Zero memang sudah bikin janji darah dengan James Bond franchise. Dari film yang lalu-lalu, Coca Cola Zero selalu membuat kemasan dan kampanye edisi khusus. Menurut Coke Zero, James Bond adalah ikon budaya global, hal inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa James Bond franchise bisa menjadi perfect partnership dari Coca Cola Zero.


Deang tetap memajang logo Coca Cola dengan warna merahnya yang catchy, kemasan edisi khusus ini juga menampilkan gun barrel James Bond yang ikonik disamping profil Daniel Craig yang striking.

So, let the sky fall and let them drink coke

Monday, 1 October 2012



Disaat produsen lain berusaha bersusah payah keringat dingin membuat pengepakan dari sebuah produk seratus persen sempurna, Monteith malah peras keringat putar otak untuk membuat pengepakannya tidak seratus persen sempurna.

Projek ketidaksempurnaan tersebut dilatar belakangi oleh keinginan Monteith agar peminumnya sadar betul bahwa cider yang digunakan mengandung buah apel asli. Bukan apel kw super apalagi borax atau pewarna tekstil seperti layaknya minuman Indonesia. Dengan alasan demikian, Monteith bersiasat menyelipkan batang apel lengkap dengan daunnya ke dalam box untuk memberi kesan asli dari alam.




 Hal ini mengingatkan kita akan penjual rambutan rapiah di Indonesia dimana dia tidak hanya menjual rambutan, namun itu rambutan keluar satu set komplit dengan batang, daun, karet gelang,  hingga semut rangrangnya. Purposenya Sama dengan monteith, ingin mengesankan bahwa itu rambutan matang pohon, ngelotok fresh from the oven. Untuk ide Monteith ini, tukang rambutan rapiah di Keramat Jati menang telak.

Back to monteith. Setelah dua minggu dari kampanye tersebut, Monteith mulai menggoreng issue yang ada. Monteith ceritanya minta maaf pada konsumennya akan kelalaian dalam pengepakan dimana segala batang dan daun ikut masuk ke dalam kemasan.  Namun semua permintaan maaf tersebut mengandung pesan tambahan yang merupakan inti dari kampanye yaitu buah dalam cider Monteith adalah buah apel asli, bukan imitasi.


 

 
Melalui kampanye ini, Monteith's cider mengalami kenaikan penjualan hingga 32%. Kampanye tersebut juga mendapatkan media coverage 50 kali dari budget keseluruhan biaya PR Monteith. Bilamana ada tukang rambutan rapiah membaca post ini, saya cuma kasih saran hangat plus pelukan mesra, bila ide pengepakan produk plus batang dan daunnya itu belum dipatenkan, segera patenkan. Siapa tahu pemakai ide ini yang berikutnya bisa dituntut secara legal dan dana hasil royalti tersebut dapat digunakan untuk pengembangan per-rambutan-an Indonesia.